Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2016

Kemendagri Imbau Penganut Agama di Luar Undang-Undang Tidak Memaksa Menulis Agama di e-KTP

Jumat, 2 September 2016 12:44 Tribunnews.com/ Eri Komar Sinaga Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh menemui komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (1/9/2016)    POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Kementerian Dalam Negeri mengatakan permasalahan kolom agama di KTP Elektronik atau e-KTP terkait implementasi. Hal tersebut berimbas kepada si penganut untuk mendapatkan e-KTP. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan permasalahan tersebut biasanya kerap dialami masyarakat yang menganut agama di luar agama Konghucu, Budha, Hindu, Protestan, Katolik, dan Islam. "Kalau memang ada bagian dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan KTP seperti Ahmadiyah, Sunda Wiwitan, sesungguhnya itu masalah impelementasi. Bisa dikosongkan," kata Zudan saat bertemu dengan komisioner Ombudsman RI di Ombudsman, Jakarta, Kamis (1/9/2016). Masalahnya, kata Zudan,

Kronik Riwayat Singkat Kebatinan dan Kepercayaan

INILAH  daftar organisasi penghayat kepercayaan terhadap  Ketuhanan Yang  Mahaesa di seluruh indonesia akhir Maret 1982. DKI Jakarta 01. Aliran Kebatinan Perjalanan 02. Budi Luhur 03. Fouhurm Sawyo Tunggal 04. Gayuh Urip Utami (Gautami) 05. Himpinan amanat Rakyat Indonesia (HARI) 06. Ngudi Kawruh Rasa Jati 07. Marsudi Kaluhuraning Budi Pakerti (mekar Budi) 08. Musyawarah Agung Warana […] INILAH   daftar organisasi penghayat kepercayaan terhadap  Ketuhanan Yang  Mahaesa di seluruh indonesia akhir Maret 1982. DKI Jakarta 01. Aliran Kebatinan Perjalanan 02. Budi Luhur 03. Fouhurm Sawyo Tunggal 04. Gayuh Urip Utami (Gautami) 05. Himpinan amanat Rakyat Indonesia (HARI) 06. Ngudi Kawruh Rasa Jati 07. Marsudi Kaluhuraning Budi Pakerti (mekar Budi) 08. Musyawarah Agung Warana (MAWAR) 09. Ngesti Kasampuranan 10. Organisai Kebatinan Satuan Rakyat Indonesia “Murni” (SRI MURNI) 11. Paguyuban Kebatinan Ilmu Hak 12. Pahuyuban Ki Ageng Selo 13.

Serat Darmo gandul

Serat darmo gandul Sabdapalon Nayagenggong dan Darmagandul  tokoh fiktif dalam sastra Jawa. Paling terkenal dan paling fenomenal. Pertarungan Madzab di Tanah Jawa penyebab kehancuran Kerajaan Islam. Kerajaan Demak yang Bermadzab yang sama denga Wali Sanga; Kemudian di hancurkan Oleh Jaka Tingkir Pendiri Kerajaan Panjang yang bermadzab yang sama Denga Siti Jenar. Dalam setiap kisah penghancuran Kerajaan yang ber-begron Agama, karena beda keyakinan;  sehingga Bangunan fisik dan Buku ajarannya pun dihancurkan tanpa bekas. Sehingga Bekas Kerajaan demak dan Kerajaan Panjang yang hancur pula, pun mengalami nasib yang sama. Hancur Lebur Tanpa Jejak.  Pertarungannya  pun tidak berhenti pada masalah Politik Negara. Dalam Karya Sastra pun, terjadi pergumulan sengit, seperti Karya Sastra di bawah ini. Saya Pribadi, tidak bermaksud untuk memihak yang sana atau pun yang sini. Karena saya, berkeyakinan Bahwa HANYA DIA. YANG MAHA BENAR. Soal Madzab, itu hanya Warna Dunia. Karya sastra semacam ini di