Skip to main content

Mr.Wongsonegoro


Wongsonegoro

Masa jabatan
27 April 19513 April 1952
Presiden Soekarno
Pendahulu Bahder Djohan
Pengganti Bahder Djohan

Masa jabatan 6 September 195027 April 1951
Presiden Soekarno
Pendahulu A.G. Pringgodigdo
Pengganti Mohammad Yamin

Masa jabatan
4 Agustus 194920 Desember 1949
Presiden Soekarno
Pendahulu Soekiman Wirjosandjojo
Pengganti Susanto Tirtoprodjo

Lahir 18 September 1904
Flag of Indonesia.svg Dusun Pincuran Landai, Kanagarian Kubang Putih, Banuhampu, Sumatera Barat, Indonesia
Meninggal 16 Juni 1976 (umur 71)
Flag of Indonesia.svg Jakarta, Indonesia


Kebangsaan
Agama
Indonesia

:INDONESIA
:KEJAWEN


Wongsonegoro (Surakarta, Jawa Tengah, 20 April 1897 - 1978) adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1951 hingga tahun 1952.


Buku yang ditemukan :

Biografi R. Pandji Suroso dan K.R.M.T. Mr. Wongsonegoro
Gubernur Jawa Tengah pada masa perang kemerdekaan

editor, Soetomo W.E. ; penyusun, Mulyono Joyomartono, Drs. Wijono, Drs. Wahono.

Published 1990 by Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah, Proyek Inventarisasi Sejarah dan Peninggalan Purbakala Daerah Jawa Tengah in [Semarang] .
Written in Indonesian.

Biography of Suroso, 1893-1981 and Wongsonegoro, 1897-1987, former governors of Jawa Tengah Province.

Edition Notes :Includes bibliographical references (p. 91-93). "Seri biografi tokoh dan pahlawan"--P. iv.

Other Titles
R. Pandji Suroso dan K.R.M.T. Mr. Wongsonegoro., Biografi Raden Pandji Suroso dan Kanjeng Raden Mas Tumenggung

Classifications

Library of Congress
DS646.25 .J68 1990

The Physical Object

Pagination
vii, 138 p. :
Number of pages
138








Comments

Popular posts from this blog

Manembah marang Gusti Kang Akaryo Jagad

Manembah marang Gusti Kang Akaryo Jagad (Menyembang kepada Gusti (Tuhan) yang membuat Dunia seisinya) Masyarakat Kejawen memiliki cara panembah (menyembah Gusti Akaryo Jagad) bermacam-macam. Bagi masyarakat Kejawen, tidak ada ketentuan ataupun cara tertentu dalam melakukan Panembah marang Gusti Akaryo Jagad. Dalam melakukan Panembah, ada empat macam panembah yang ada. Hal itu bisa kita simak dari penggalan Kitab Wedhatama sebagai berikut: Samengko ingsun tutur, Sembah catur supaya lumuntur, Dhihin raga cipta jiwa rasa karsa, Ingkono lamun ketemu, Tandha nugrahaning Manon. (Sekarang aku jelaskan tentang empat macam sembah. Yaitu Sembah Raga, Sembah Cipta, Sembah Jiwa dan Sembah Rasa. Disitu akan ketemu, tanda rahmatnya GUSTI Akaryo JAgad,Gusti Ingkang Moho Kuwoso-dudu Rojo nanging gusti kang maringin urip lan Mati) Panembah adalah berasal dari kata Sembah yang berarti kita mempersembahkan sesuatu. Tetapi yang terjadi sekarang ini justru kita melakukan sembahyang.Sembahyang artinya meper...

PRIMBON JAWA LENGKAP

Sistim Penanggalan Jawa Sistim Penanggalan Jawa lebih lengkap dan komprehensif apabila dibandingkan dengan sistim penanggalan lainnya, lengkap dan komprehensifnya adalah suatu pembuktian bahwa ketelitian Jawa dalam mengamati kondisi dan pengaruh seluruh alam semesta terhadap planet bumi seisinya termasuk pengaruh kepada pranatan kehidupan manusia, dapat disampaikan antara lain adanya rumusan tata penanggalan jawa sebagai berikut : 1. Pancawara – Pasaran; Perhitungan hari dengan siklus 5 harian : 1. Kliwon/ Kasih 2. Legi / Manis 3. Pahing / Jenar 4. Pon / Palguna 5. Wage / Kresna/ Langking 2. Sadwara – Paringkelan, Perhitungan hari dengan siklus 6 harian 1. Tungle / Daun 2. Aryang / Manusia 3. Wurukung/ Hewan 4. Paningron / Mina/Ikan 5. Uwas / Peksi/Burung 6. Mawulu / Taru/Benih. 3. Saptawara – Padinan, Perhitungan hari dengan siklus 7 harian : 1. Minggu / Radite 2. Senen / Soma 3. Selasa / Anggara 4. Rebo / Budha 5. Kemis / Respati 6. Jemuwah / Sukra 7. Setu / Tumpak/Sa...

Serat Darmo gandul

Serat darmo gandul Sabdapalon Nayagenggong dan Darmagandul  tokoh fiktif dalam sastra Jawa. Paling terkenal dan paling fenomenal. Pertarungan Madzab di Tanah Jawa penyebab kehancuran Kerajaan Islam. Kerajaan Demak yang Bermadzab yang sama denga Wali Sanga; Kemudian di hancurkan Oleh Jaka Tingkir Pendiri Kerajaan Panjang yang bermadzab yang sama Denga Siti Jenar. Dalam setiap kisah penghancuran Kerajaan yang ber-begron Agama, karena beda keyakinan;  sehingga Bangunan fisik dan Buku ajarannya pun dihancurkan tanpa bekas. Sehingga Bekas Kerajaan demak dan Kerajaan Panjang yang hancur pula, pun mengalami nasib yang sama. Hancur Lebur Tanpa Jejak.  Pertarungannya  pun tidak berhenti pada masalah Politik Negara. Dalam Karya Sastra pun, terjadi pergumulan sengit, seperti Karya Sastra di bawah ini. Saya Pribadi, tidak bermaksud untuk memihak yang sana atau pun yang sini. Karena saya, berkeyakinan Bahwa HANYA DIA. YANG MAHA BENAR. Soal Madzab, itu hanya Warna Dunia. Karya sa...